Cara membuat hidroponik sistem DFT/NFT dengan uang 300 ribu

Sudah seminggu ini kami malas sekali untuk belanja kepasar, disamping karena sering sekali si abang penjual sayur tidak pernah lewat didepan rumah kami dan juga intensitas hujan yang sangat deras sehingga membuat rasa malas muncul untuk pergi kemana-mana, pada akhirnya kami membuat hidroponik kami sendiri yang kami letakan didalam rumah berharap bisa panen sayur sendiri sehingga tidak perlu jauh-jauh kepasar.

Sistem hidroponik yang baru saja selesai kami buat adalah sistem DFT yang nantinya akan dikawinkan dengan sistem NFT seperti pada gambar dibawah ini

20160131_200754_Richtone(HDR)

Kali ini saya ingin share pengalaman saya membuat hidroponik sistem DFT, untuk yang belum tau apa itu sistem DFT silahkan lihat link berikut ini http://www.tanamanhidroponikku.com/2015/11/sistem-ebb-flow-sistem.html, mengapa saya share cara pembuatannya karena saya merasa kesulitan sekali untuk menemukan tutorial pembuatannya di google, oleh karena itu saya ingin berbagi kepada teman-teman semua agar dapat membuatnya sendiri dirumah.

Lalu bagaimana cara membuatnya?OK….ikuti langkah-langkah berikut ini ya dibaca dengan teliti jangan sampai terlewat

  • Siapkan perlatan seperti Hand Bor, Satu set Hole Saw, meteran, penggaris, cutter, gergaji besi, spidol, pencil, kertas seperti gambar dibawah ini

20160130_143239_Richtone(HDR)

  • Siapkan bahan-bahan yang akan dipakai seperti pada tabel dibawah ini

blog1Nb: perlu diingat harga yang terdapat didalam tabel tersebut merupakan harga yang saya dapatkan pada saat saya membeli bahan-bahan tersebut di material dekat kantor jadi tolong jangan dijadikan patokan, karena harga tiap daerah pasti beda.

  • Setelah semua peralatan dan bahan didapat, langkah selanjutnya adalah melakukan pemotong bahan yang berupa pipa 2,5″ dan juga 1″, ikuti ukuran dan juga jumlah yang harus dipotong seperti pada gambar dan tabel berikut ini.

blog3blog6Bagaimana cara memotong pipa yang baik?agar bisa bulat tidak miring adalah dengan melakukan penandaan dengan menggunakan spidol atau pensil dengan menggunakan kertas sebagai malnya, seperti pada gambar dibawah ini

20160130_122504_Richtone(HDR)

Seperti pada gambar diatas setelah kertas dilipat memutar seukuran pipa baru buat garis mengikuti lekukan dari kertas tersebut, dan gergaji pipa tersebut perlahan-lahan sambil diputar mengikuti garis yang telah dibuat.

  • Setelah semua pipa selesai dipotong sesuai dengan ukuran pada tabel langkah selanjutnya adalah melakukan pengeboran untuk membuat lubang pada pipa 2,5″ yang nantinya akan dijadikan tempat untuk netpot.
  • Siapkan holesaw ukuran 44mm (sesuaikan dengan ukuran netpot yang akan Anda gunakan) dan juga hand bor.

20160124_170029_Richtone(HDR)

  • Lalu ambil pipa 2,5″ yang sudah dipotong dan mendapatkan ukuran 95cm, kemudian ambil garis lurus dari ujung sampai ke ujung dengan menggunakan meteran seperti gambar dibawah ini.

20160124_162557

20160124_162904

  • Seperti yang Anda lihat pada gambar diatas selain garis lurus saya juga menyiapkan 2 garis lainnya yaitu diujung sebelah kiri dan kanan dengan ukuran 2.5cm, mengapa harus dilakukan karena nanti kedua lubang pipa ini akan ditutup oleh dop, oleh karena itu dalam pengambilan ukuran untuk titik pengeboran hole saw dimulai dari garis tersebut.
  • Langkah selanjutnya adalah membuat lubang untuk netpot, setelah garis lurus dan juga garis penanda dop dikiri dan dikanan pipa selesai dibuat selanjutnya adalah membuat 6 buah lubang dengan jarak lubang sejauh 13 cm antara lubang satu dan lainnya, bagaimana caranya? caranya dengan membuat tanda yaitu berupa titik disetiap 13 cm pengukuran di pipa tersebut bisa dengan spidol atau pensil seperti pada gambar dibawah ini

blog7

  • Setelah semua titik selesai dibuat langkah selanjutnya adalah melakukan pengeboran satu persatu di setiap titik yang sudah dibuat dengan menggunakan hand bor dan juga hole saw yang sesuai dengan netpot yang Anda pakai seperti pada gambar dibawah ini

20160124_170202_Richtone(HDR) 20160124_170356_Richtone(HDR) 20160124_170451_Richtone(HDR)

20160124_172437_Richtone(HDR)

20160124_182509_Richtone(HDR)

  • Setelah semua pipa dilubangi langkah selanjutnya adalah melubangi penutup pipa 2,5″ yaitu dop agar nantinya dapat dilalui oleh air, ikuti langkah-langkahnya seperti berikut, siapkan Dop 2,5″ kemudian kita buat titik tengah untuk titik pengeboran hole saw,  lalu bagaimana cara agar kita bisa membuat lubang tepat ditengah lingkaran? ikuti seperti gambar dibawah ini

20160130_132017_Richtone(HDR)Buatlah dua buah garis sembarang di dalam lingkaran ukuran panjang bebas yang terpenting garisnya pastikan lurus, dan hasilnya akan seperti gambar dibawah ini

20160130_132027_Richtone(HDR)Setelah dua buah garis tercipta langkah selanjutya adalah mengukur titik tengah dari garis tersebut dan kita beri tanda untuk menandai titik tengahnya lakukan di kedua garis tersebut, kemudian setelah menandai titik tengah garis tersebut ambilah/buatlah garis lurus dengan sudut 90 derajat dari titik tengah tersebut seperti pada gambar dibawah ini

 

blog8Setelah semua garis dibuat maka akan menghasilkan titik tengah untuk tempat pengeboran hole saw seperti pada gambar dibawah ini

blog9Setelah itu lakukan pengeboran dengan hole saw ukuran 32mm dan potong pipa 1 ” dengan ukuran 5cm, dan siapkan knee 1″ seperti pada gambar dibawah ini

20160130_125137_Richtone(HDR)

  • Setelah itu masukan pipa 1″ dengan ukuran 5cm kedalam lubang dan juga kedalam knee supaya lebih kuat gunakan lem pipa seperti pada gambar dibawah ini

20160130_125217_Richtone(HDR)

20160130_135014

20160130_125238_Richtone(HDR)

20160130_140835Lakukan untuk semua dop pipa 2,5″ yang berjumlah 8 buah, dan pastikan lem sudah dalam keadaan kering dan juga tersambung dengan kuat agar nantinya tidak ada air yang menetes.

  • Langkah selanjutnya adalah menyusun rangka utama, susunlah pipa 1″ beserta knee dan juga T nya  menjadi seperti pada gambar dibawah ini

blog4

20160130_115630_Richtone(HDR)

20160130_115556_Richtone(HDR)

20160130_122025_Richtone(HDR)

  • Setelah rangka utama selesai dibuat langkah selanjutnya adalah menginstal semua komponen menjadi satu menjadi seperti gambar dibawah ini.

20160131_200754_Richtone(HDR)

20160131_200737_Richtone(HDR)

Jika melihat gambar diatas kami menambahkan selang berwarna hijau dengan ukuran 3/4″ untuk terhubung ke pompa yang biasa digunakan didalam kolam ikan yang dapat mengangkat air sampai 3 m, selang tersebut dapat terhubung dengan pipa 1″ karena kami menambahkan sambungan pipa 1″ menuju 1/2″ dan juga tidak lupa kami tambahkan stop keran untuk mengatur debit air yang akan mengalir kedalam sistem, dan juga terdapat T setelah stop keran, kami gunakan agar selanjutnya sistem DFT tersebut bisa kami kawinkan dengan sistem NFT, lalu ada pipa 1″ yang mengarah kebawah pada urutan pipa paling bawah  itu berguna untuk pengeluaran air yang akan kembali kedalam bak penampungan (karena sistemnya sirkulasi, air dimasukan kemudian dikeluarkan kembali dari dalam wadah).

Jadi bagaimana,  cukup mudah kan membuatnya?, sekarang kami siap untuk bercocok tanam sayuran dan tidak perlu lagi pergi kepasar untuk membeli sayuran, tinggal petik saja dari kebun yang terdapat didalam rumah. tunggu apa lagi, silahkan mencoba, semoga sukses, dan jangan lupa hijaukan dan sehatkan Indonesia

Oh iya kalau mau tau biaya awal ketika kami  memulai bercocok tanam dengan sistem DFT dan juga NFT dari awal pembuatan bisa lihat tabel dibawah ini anggaran biayanya. (perlu diingat harga 300 ribu itu baru pembuatan sistem DFT/NFT nya saja, ya…hanya untuk instalasi pipa diatas tadi belum termasuk pembelian bahan-bahan untuk memulai bercocok tanamnya)

blog2Memang untuk biaya awal agak berat tapi setelah sistemnya jadi biaya perawatan dan menanamnya  murah meriah kok sampai panen dan bisa menguntungkan juga kalau bisa anda jual.

20160221_125215_Richtone(HDR)

Gambar diatas merupakan gambar salah satu pesanan teman lingkungan kami, dan semua sistem berjalan dengan lancar, ada tambahan sedikit ternyata menggunakan pompa air dengan tingkat daya dorong sejauh 1 meter sudah sangat cukut untuk sistem ini dan juga harganya lumayan murah hanya Rp52.000 (harga di Borma), kemudian jangan lupa untuk melakukan pengeleman pada semua sambungan pipa, dan juga semua dopnya agar air tidak menetes dan juga tidak ada udara yang menghambat aliran air dengan menggunakan lem pipa.

Dan berikut ini adalah video penampakannya

video tahapan-tahapan membuat sistem DFT

Berikut ini video cara memodifikasi dop atau tutup pipa pada sistem DFT.

kalau mau lihat sistem yang lain bisa dilihat dari refrensi web yang saya ambil yaitu http://www.tanamanhidroponikku.com

18 responses to “Cara membuat hidroponik sistem DFT/NFT dengan uang 300 ribu

  1. Gan mau tanya itu kolom bahan F sama G nya kok beda hitungan ya mohon infonya karna saya tertarik mau coba…

    • Terimakasih utuk koreksinya, sebenarnya kolom bahan G itu tidak ada hanya sampai F jadi pada gambar sebenarnya F dan G itu saya gabungkan jadi jumlah semuanya 22 buah dengan ukuran panjang 8cm, terimakasih sudah berkunjug selamat mencoba semoga sukses

  2. saya belum paham apa itu
    SISTEM DFT/NFT

  3. merk pipa pvc nya apa gan?

  4. Klo panjang modul DFT mau saya bikin 1,5 m kira2 kuat gak ya rangkanya?

  5. Mas… Kalo dia menggunakan pompa air untuk mengalirkan air… Penggunaan pompa air nya 24jam nonstop atau hanya jam2 tertentu saja…?
    Trims.

    • Masalah pemakaian pompa tergantung dari kebutuhan Anda, kalau semisal Anda memang sudah dijual dan harus panen tiap hari atau seminggu sekali, mau tidak mau pompa harus hidup terus 24jam, akan tetapi kalau hanya untuk konsumsi pribadi, pompa bisa dihidupkan disiang hari saja, dan pada malam hari bisa dimatikan, terimakasih sudah berkunjung.

      • Brrti sirkulasi air mengalir setiap saat dapat mempengaruhi percepatnya pertumbuhan tanaman ya mas…
        Saya sih rencana mau sistem jual, karena rumah saya dekat pasar sayur..
        Trims.

        • Ya selama ini pengalaman saya seperti itu, untuk menggenjot hasil produksi pompa saya hidupkan 24 jam, oh iya untuk sayuran hidroponik pangsa pasarnya adalah menengah keatas, kalau bisa jangan dijual dengan harga yang murah seperti dipasar, nanti harga sayuran hidroponik bisa jatuh. saya sarankan dijual ke perumahan kawasan elit atau pada saat car free day supaya balik modalnya juga cepat. terimakasih sudah berkunjung

  6. gan mesin pompa air yang bagus itu apa gan? buat hidroponik NFT, atau yang biasa gan pakai

    • sampai saat ini saya memilih pompa masih dalam tahap pertimbangan dari harga dan daya yang terpakai, saya selalu mencari pompa yang harganya murah dan daya kecil, dan saya tidak terlalu memperdulikan mereknya, sampai saat ini pun tidak pernah ada masalah, asal terkontrol dengan baik, jangan sampai pompa menyala tanpa ada air didalam bak nutrisi, atau air dibak nutrisi tingginya di bawah batas anjuran yang disarankan oleh pembuat pompa, terimakaish sudah berkunjung

  7. klo ukuran panjangny 2x lipat gmn ya

    • sama saja prinsipnya hanya ditengah ditambahkan dudukan saja, jadi pada akhirnya nanti terdapat tiga dudukan pipa, terimakasih sudah berkunjung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s