Cara membuat leadder (diagram tangga PLC) dengan software LDmicro

Jika teman-teman sudah berhasil membuat PLC mikro sendiri sesuai dengan apa yang sudah saya buat pada link berikut ini https://utakatikmikro.com/2016/02/02/cara-mudah-membuat-plc-dari-mikrokontroler-plcmikro/ akan tetapi masih bingung bagaimana cara membuat diagram tangga PLC dengan menggunakan software LDmicro maka saya akan menjelaskan langkah-langkahnya, ok dibaca dengan teliti.

leader1Kita akan membuat diagram tangga seperti pada contoh gambar diatas.

Langkah 1. Membuat judul program

  • Buka software LDmicro
  • Pilih menu instruction, kemudian kita pilih Insert Comment maka akan muncul tulisan ( ;–add comment here–)

leader3

  • Double clik pada tulisan tersebut lalu kita masukan judul program seperti pada gambar dibawah ini
  • Lalu Klik OK

leader4

  • Selain memanggil dari menu instruction kita juga bisa mengaktifkan instuksi Insert Comment ini dengan menekan ; (titik koma) langsung dari keyboard.

Langkah 2. Menambahkan satu baris anak tangga (Rung)

  • Untuk menambahkan anak tangga kita dapat memilih menu Edit, lalu kemudian kita pilih Insert Rung After maka akan muncul anak tangga yang kedua atau kita bisa menekan tombol Shift dan V secara bersamaan dari keyboard anda.

leader5

  • Perlu diingat bahwa ketika anak tangga tidak terhubung oleh suatu instruksi apapun akan menyebapkan seluruh anak tangga tidak dapat dicompilasi, sehingga jika tidak perlu jangan anda masukan kedalam leadder program, jika sudah terlanjur anda masukan maka hapuslah dengan menarik kursor pada anak tangga tersebut lalu pilih menu Edit dan pilih Delete Rung atau dapat juga menekan tombol Shift dan del secara bersama-sama dari keyboard anda

Langkah 3. Memasukan Instruksi Kontak

  • Tempatkan kursor pada anak tangga ke dua
  • Pilih menu Instruction dan kemudian kita pilih Insert Contacts, maka kita akan melihat sebuah kontak NO (Normally Open) akan muncul pada anak tangga kedua dengan nama Xnew atau kita bisa mengetikan C pada keyboard kita

leader6

Langkah 4. Memberikan nama pada kontak

  • Double clik pada kontak yang bertuliskan Xnew tersebut, maka akan muncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah ini

leader7

  • Lalu kita ubah tulisan new menjadi 1
  • Kemudian kita klik tombol OK, maka yang terjadi nama Xnew akan berubah menjadi X1 seperti pada gambar di bawah ini

leader8

leader9

Langkah 5. menempatkan input secara seri

  • Tempatkan kursor disebelah kanan kontak X1 seperti pada gambar dibawah ini

leader10

  • Pilih menu Instruction dan kemudian kita pilih Insert Contacts, maka kita akan melihat sebuah kontak NO (Normally Open) akan muncul disebelah kontak X1 dengan nama Xnew atau kita bisa mengetikan C pada keyboard kita seperti pada gambar dibawah ini

leader11

  • pada kontak Xnew tersebut kita double klik atau klik 2 kali sehingga akan muncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah ini

leader12

  • lalu kita ubah tulisan new menjadi 2 seperti pada gambar dibawah ini

leader13

  • langkah berikutnya adalah kita mengklik OK maka kita mendapatkan kontak X1 dan kontak X2 telah tersusun secara seri

Langkah 6. Mengubah kontak NO menjadi NC

  • Seharusnya pada gambar leadder yang akan kita buat kontak X2 merupakan kontak NC (Normally closed) sedangkan kondisi sekarang kontak X2 masih merupakan kontak NO (Normally Open) maka untuk mengubahnya kita dapat melakukannya dengan mengklik dua kali pada kontak X2 tersebut sehingga akan muncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah ini kemudian kita memberikan tanda centang pada kotak I/I Negated.

leader14

  • Kemudian Klik OK maka kontak X2 akan berubah menjadi kontak NC (Normally Closed

leader15

Langkah 7. memasukan Instruksi Output

  • Tempatkan kursor disebelah kanan kontak X2 seperti pada gambar dibawah ini

leader16

  • Lalu pilih menu Instruction kemudian kita pilih Insert Coil atau kita juga bisa langsung menekan tombol L pada keyboard kita sehingga akan muncul output Ynew seperti pada gambar berikut ini

leader17

  • lalu kita beri nama untuk output tersebut dengan cara double klik pada output Ynew maka akan muncul kotak dialog seperti pada gambar dibawah kemudian kita ubah nama output new menjadi 1

leader18

leader19

  • Kemudian kita klik Ok maka output Ynew akan berubah menjadi Y1 seperti pada gambar dibawah ini

leader20

Langkah 8. menempatkan Instruksi input secara pararel

  • Untuk menempatkan instruksi secara pararel kita dapat melakukannya dengan menempatkan kursor dibawah atau diatas kontak yang akan dipararel.

leader21

  • lalu kita pilih menu Instruction kemudian kita pilih Insert Contacts atau kita bisa menekan tombol C pada keyboard kita sehingga kita akan mendapatkan kontak baru yang terletak dibawah kontak X1 seperti pada gambar dibawah ini

leader22

  • Seharusnya pada Kontak Xnew tersebut kontak yang dipararel dengan kontak X1 mempunyai nama Y1 yang merupakan kontak Latchingan atau pengunci sehingga output Y1 akan tetap ON walaupun input X1 sudah terlepas oleh karena itu kita harus mengubah nama Xnew menjadi Y1 dengan cara mendouble klik pada kontak Xnew tersebut maka akan memunculkan kotak dialog seperti dibawah ini kemudian ubah Source yang tadinya Input pin menjadi Outpin

leader23

  • setelah itu kita klik ok maka tampilan akan menjadi seperti pada gambar dibawah ini

leader24

Karena namanya sama dengan output Y1 maka kontak Y1 yg dipararel dibawah kontak X1 akan aktif bila output Y1 aktif sehingga akan mengunci system, sampai ketika output Y1 tidak aktif atau ketika X2 aktif sehingga kontak Y1 juga kan kembali tidak aktif ini disebut dengan system pengunci atau latching.

Ok sampai disini kita sudah berhasil membuat program untuk mematikan dan menghidupkan output Y1 SELAMAT…….!!!!

 

MENGKOMPILASI PROGRAM

Ketika anda sudah berhasil membuat diagram tangga langkah berikutnya adalah mengkompilasi program proses kompilasi ini akan mengubah program diagram tangga menjadi kode mesin bagi mikrokontroler (HEX File). Untuk melakukannya ikuti langkah-langkah berikut ini

Langkah 1. Mnentukan Parameter-parameter mikrokontroler

  • Pilih menu Settings kemudian pilih MCU Parameters maka akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini.

leader25

  • Pada kotak dialog tersebut terdapat 3 kolom isian yaitu Cycle Time, Crystal Frequency dan UART Baud Rate pada kolom Cycle Time secara default berisi 10 ms. Cycle Time ini sama dengan waktu scan. Anda dapat mengubahnya kenilai yang lebih kecil untuk mempercepat proseseksekusi program asalkan frekuensi crystal memadai, pada umumnya waktu scan 10ms sudah cukup ideal untuk banyak aplikasi jadi tidak perlu di ubah.
  • Kolom Crystal Frequency secara default berisi 4MHz anda dapat mengubah nilai frekuensi ini sesuai dengan kristal yang anda gunakan (maksimal 20MHz atau 20000000) semakin tinggi nilai frekuensi kristal maka semakin tinggi kecepatan prosesor, (karena pada hardware yang ada menggunakan kristal 20MHz maka kita harus mengubahnya Crystal Frequency menjadi 20.000.000)
  • Kolom ketiga apabila program tidak menggunakan komunikasi serial kolom UART Baud Rate tidak dapat terisi.

Langakah 2. Menentukan jenis mikrokontroler

  • Pilih menu Setting lalu pilih Microcontroller kemudian kita pilih jenis mikro yang kita pakai karena dalam modul ini kita menggunakan mikrokontroler ATmega8  maka kita harus memilih Atmel AVR ATmega8 28-PDIP .

leader26

Langkah 3. memberikan penugasan Input/Output

  • Karena input output belum diselaraskan dengan port-port yang dimiliki oleh mikrokontroler maka kita harus menyelaraskannya agar sesuai dengan port port pada mikrokontroler ikuti langkah-langkah berikut ini
  • Klik dua kali pada tulisan not assigned di kolom Pin on Processor yang terletak di jendela kerja yang ke dua yang memiliki background berwarna putih seperti pada gambar dibawah ini

leader27

  • Setelah kita klik 2 kali pada tulisan tersebut maka akan muncul kotak dialog
  • Lalu kita kita pilih untuk kontak X1 akan diletakan pada port mikro berapa, begitu juga dengan kontak X2 dan output Y1 semua disesuaikan dengan port-port mikro yang akan dipakai.

Langkah 4. Kompilasi

  • Langkah terakhir kita ubah menjadi bentuk HEX yang nantinya akan dimasukan kedalam mikrokontroler dengan cara kompilasi, untuk mengaktifkan kompilasi pilih menu Compile lalu kita pilih Compile lalu kita pilih tempat dimana file HEX tersebut akan disimpan lalu kita klik OK jika berhasil maka akan muncul pesan seperti gambar dibawah ini.

leader28

Bagaimana teman-teman cukup mudahkan? sekarang kalian sudah siap untuk mempelajari dasar-dasar dari pemrograman PLC dengan PLC buatan sendiri dan juga software yang opensource alias legal, tanpa harus mengeluarkan uang banyak, selamat mencoba, semoga sukses dan ingat cerdaskan Indonesia.

3 responses to “Cara membuat leadder (diagram tangga PLC) dengan software LDmicro

  1. Pingback: Cara mudah membuat PLC dari mikrokontroler (PLCmikro) | utakatikmikro's Blog

  2. Gan, ada gak ldmicro yang bisa di kompile ke arduino? mohon penjelasannya, Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s